PERLUAS WAWASAN ANDA!!

Minggu, 05 September 2010

Dongeng, Karnivora, Herbivora

Sadarkah anda jika dalam cerita anak-anak ataupun dongeng, hampir selalu terjadi diskriminasi dalam pembagian peran? Harimau, singa, buaya dan berbagai macam hewan karnivor lainnya hampir selalu diposisikan sebagai penjahat yang memangsa hewan lain yang lemah dan TIDAK berdosa.
Seringkali hewan-hewan karnivora digambarkan dengan watak sombong, rakus dan jahat. Di lain pihak, hewan herbivora digambarkan sebagai sosok yang kalem, pihak yang baik dan bersahabat satu dengan yang lainnya.
Padahal kalau dipikir-pikir, tidak adil rasanya kalau kita menilai sifat mahkluk hidup dari menu makanannya. Bukankah setiap makhluk mempunyai peran tersendiri dalam menjaga keseimbangan alam? Ada yang menjadi pemakan, ada yang dimakan. Kita tentu tidak dapat berharap agar seekor singa mengubah menu makanannya menjadi sayur mayur. Jika memang terjadi keajaibanpun (maksudnya hewan-hewan buas yang sudah disebutkan di atas menjadi vegetarian), menurut daku keadaan justru akan menjadi lebih buruk. Mungkin akan terjadi kelaparan di seluruh bumi karena tumbuhan menjadi satu-satunya bahan makanan yang tersedia.
Hal yang lebih paradoks adalah penggambaran sifat manusia di dunia dongeng. Jika dongeng tersebut tentang hewan, maka manusia digambarkan sebagai tokoh yang jahat, sangat jahat. Bahkan tidak jarang penggambarannya sedemikian rupa sehingga singapun seakan menjadi hewan lemah yang begitu gentar dengan kedatangan seorang pemburu.
Kadang daku berpikir, penggambaran manusia yang begitu jahatnya apakah tidak mengakibatkan efek negatif kepada anak-anak yang membacanya? Apakah kemudian anak-anak tersebut tidak akan merasa marah kepada spesies mereka sendiri? Sesama Homo sapiens?
Jika dongeng tersebut berkisah tentang orang baik dan orang jahat, maka hampir bisa dipastikan yang mengambil peran antagonis adalah wanita. Mungkin ada yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Tapi mari kita lihat dan pikirkan “kenyataan” dongeng yang ada. Betapa banyaknya sosok ibu tiru jahat dan nenek sihir brengsek yang buruk rupa. Hampir tidak ada cerita tentang ayah tiri yang jahat apalagi kakek sihir yang jahat. Mengapa bisa begitu? Entahlah, mungkin juga karena umur harapan hidup yang lebih panjang bagi wanita, sehingga dianggap tidak pernah ada penyihir pria yang sempat menjadi kakek-kakek mungkin? Di lain sisi, perempuan juga diberikan kedudukan yang mulia dalam dunia dongeng. Entah tentang seorang gadis yang cerdik dan sabar ataupun ibu yang baik hati.
Lalu di manakah peran kaum adam? Yah.. biasanya sih kalau tidak menjadi pemuda miskin (Contoh: Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda miskin yang sebatang kara, bla-bla-bla…) dengan ujung cerita: ternyata pemuda tersebut adalah pangeran ganteng yang menyamar. Sang pangeran akan menjemput sang putri. Supaya lebih menyentuh, maka sang putri akan diambil dari rakyat jelata yang miskin, lalu mereka berdua menikah di istana dan berbahagia selama-lamanya.
Bah, lagi-lagi anak-anak dibohongi. Penggambaran itu seakan-akan berusaha meyakinkan bahwa pernikahan adalah tujuan akhir yang PASTI bahagia. Kenapa dalam dongeng-dongeng tersebut tidak menceritakan tentang gonjang-ganjing kehidupan rumah tangga? Perang piring terbang, sumpah serapah, tentang pangeran yang ternyata suka ngelirik putri lain dari kerajaan sebelah…
Sekali lagi daku cuma bisa bilang, entahlah… namanya juga dongeng


Surat dari Masa Depan

Kepada Yth
Manusia
Di
Tahun 2010



Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.

Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.

Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.

Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.

Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: "JANGAN MEMBUANG BUANG AIR"

Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.

Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.

Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.

Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.

Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.

Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon]

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.

Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.

Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya: - Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian dan banyak orang lain juga !.

Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi. Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !

Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.

Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita.

Lakukan untuk anak dan keturunanmu kelak!


AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN!!

Regards,

Jerry

Sumber : Masa Depan